Jatam Temukan Modus Salin Rekat Amdal Tambang Batubara di Kaltara


Kampanye

Jatam Temukan Modus Salin Rekat Amdal Tambang Batubara di Kaltara


Oleh JATAM

29 April 2017





Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) melaporkan dugaan salin rekat Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) PT Mitrabara Adiperdana, perusahaan tambang batu bara di Malinau Selatan, Kalimantan Utara, kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Peneliti JATAM Awliya Syahbanu menemukan nama perusahaan lain dalam dokumen Amdal milik perusahaan terbuka tersebut.

Kata dia, jika dokumen itu hanya salinan akan berpotensi melanggar UU Lingkungan Hidup. Dia meminta KLHK mengusut dokumen itu dan mencabut izin lingkungan PT MA jika terbukti melanggar.

“Jadi ada nama perusahaan lain di bawahnya, yaitu PT. Mustika Persada Raya. Di lembar paling bawah itu kan ada nama perusahaannya, tapi di situ malah perusahaan lain,” katanya kepada KBR, Selasa (25/4/2017) malam.

PT Mitrabara Adiperdana beroperasi di lahan seluas 1.930 Ha. Perusahaan ini telah meningkatkan produksi dari 500 ribu ton per tahun menjadi 4 juta ton per tahun di area seluas 1.930 Ha. Dari keseluruhan ekspor PT MA, sebesar 37,7 6% dialokasikan untuk Idemitsu Kosan, perusahaan Jepang yang bergerak di bidang energi dan tambang.

Jatam juga mengadukan pencemaran lingkungan oleh perusahaan itu. Ini lantaran air Sungai Malinau kini berubah warnanya jadi coklat dalam waktu sepuluh tahun terakhir. Padahal, air sungai itu digunakan warga untuk keperluan sehari-hari. Sementara itu, air di perkebunan warga menjadi berkurang. Di sisi lain, warga juga mengeluhkan debu yang mengotori udara. Bahkan sejumlah anak terkena infeksi saluran pernafasan akut (ISPA).

Idemitsu Kosan mendapatkan dana dari The Japan Bank for International Cooperation (JBIC) ketika mengakuisisi saham PT MA. Karena itu, Jatam juga mendesak JBIC dan Pemerintah Jepang menghentikan pembiayaan energi kotor batubara di Malinau.

Sumber: http://kbr.id/











© 2024 Jaringan Advokasi Tambang





Kampanye

Jatam Temukan Modus Salin Rekat Amdal Tambang Batubara di Kaltara


Share


Oleh JATAM

29 April 2017



Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) melaporkan dugaan salin rekat Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) PT Mitrabara Adiperdana, perusahaan tambang batu bara di Malinau Selatan, Kalimantan Utara, kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Peneliti JATAM Awliya Syahbanu menemukan nama perusahaan lain dalam dokumen Amdal milik perusahaan terbuka tersebut.

Kata dia, jika dokumen itu hanya salinan akan berpotensi melanggar UU Lingkungan Hidup. Dia meminta KLHK mengusut dokumen itu dan mencabut izin lingkungan PT MA jika terbukti melanggar.

“Jadi ada nama perusahaan lain di bawahnya, yaitu PT. Mustika Persada Raya. Di lembar paling bawah itu kan ada nama perusahaannya, tapi di situ malah perusahaan lain,” katanya kepada KBR, Selasa (25/4/2017) malam.

PT Mitrabara Adiperdana beroperasi di lahan seluas 1.930 Ha. Perusahaan ini telah meningkatkan produksi dari 500 ribu ton per tahun menjadi 4 juta ton per tahun di area seluas 1.930 Ha. Dari keseluruhan ekspor PT MA, sebesar 37,7 6% dialokasikan untuk Idemitsu Kosan, perusahaan Jepang yang bergerak di bidang energi dan tambang.

Jatam juga mengadukan pencemaran lingkungan oleh perusahaan itu. Ini lantaran air Sungai Malinau kini berubah warnanya jadi coklat dalam waktu sepuluh tahun terakhir. Padahal, air sungai itu digunakan warga untuk keperluan sehari-hari. Sementara itu, air di perkebunan warga menjadi berkurang. Di sisi lain, warga juga mengeluhkan debu yang mengotori udara. Bahkan sejumlah anak terkena infeksi saluran pernafasan akut (ISPA).

Idemitsu Kosan mendapatkan dana dari The Japan Bank for International Cooperation (JBIC) ketika mengakuisisi saham PT MA. Karena itu, Jatam juga mendesak JBIC dan Pemerintah Jepang menghentikan pembiayaan energi kotor batubara di Malinau.

Sumber: http://kbr.id/



Sekretariat: Graha Krama Yudha Lantai 4 Unit B No. 43, RT.2/RW.2, Duren Tiga, Kec. Pancoran, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12760

✉ jatam@jatam.org

☏ (021) 7997849


Tentang Kami

→ Profil Organisasi

→ Sejarah

→ Mandat

→ Keorganisasian

→ Etika

→ Pegiat


Kunjungi

→ Pemilu Memilukan

→ Save Small Islands

→ Potret Krisis Indonesia

→ Tambang gerogoti Indonesia


Konstituen

→ JATAM Kaltim

→ JATAM Sulteng

→ JATAM Kaltara






© 2024 Jaringan Advokasi Tambang