WALHI dan Genesis Bengkulu Sampaikan Penolakan PLTU Batubara ke Otoritas Jasa Keuangan


Siaran Pers

WALHI dan Genesis Bengkulu Sampaikan Penolakan PLTU Batubara ke Otoritas Jasa Keuangan


Oleh JATAM

02 September 2016





5bfb6b2b-690b-4993-ab76-53506a66a9f3(Bengkulu, 01 September 2016). Penolakan terhadap rencana pembangunan PLTU Batubara di Pulau Baai Bengkulu terus bergulir. Kamis 01 September 2016 WALHI Bengkulu bersama Lembaga Anggota, Yayasan Genesis Bengkulu mendatangi OJK Provinsi Bengkulu. Kedatangan ini bertujuan untuk menyampaikan penolakan terhadap pembangunan PLTU batubara di Kota Bengkulu.

PLTU yang akan dibangun berkapasitas 2×100 MW yang dibangun oleh PT Tenaga Listrik Bengkulu PLTU berlokasi di Pulau Baai Bengkulu di lahan seluas 30 Ha. Proyek PLTU ini merupakan salah satu dari sekian banyak PLTU yang akan dibangun untuk penambahan unit atau kapasitas proyek pembangunan pembangkit listrik 35.000 MW.

Penolakan terhadap pembangunan PLTU karena dampak negatif dari PLTU tersebut. PLTU batubara mengeluarkan polusi yang membunuh, meracuni udara, menyebabkan gangguan kesehatan, dan kerugian yang luas untuk pertanian, perikanan, lingkungan dan perekonomian masyarakat. PLTU batubara mematikan karena mengandung zat berbahaya bagi kesehatan manusia. Dampak lain yaitu menurunnya produktifitas masyarakat nelayan karena PLTU di bangun di daerah pesisir yang menjadi lahan mata pencaharian nelayan.

PT Tenaga Listrik Bengkulu diberi waktu untuk mencari sumber pendanaan selama 12 bulan. Nilai investasi pembangunan PLTU beserta jaringan transmisinya berjumlah Rp2,8 triliun dengan modal sendiri Rp10 miliar, pinjaman luar negeri Rp1,36 triliun dan pinjaman dalam negeri Rp1,43 triliun.

OJK, memiliki posisi strategis dalam rangka mencegah terjadinya kerusakan lingkungan oleh korporasi. Industry jasa keuangan berkontribusi memuluskan terjadinya kerusakan lingkungan. Roadmap Keuangan Berkelanjutan OJK, perusahaan yang akan mengajukan kredit pembiyaan harus memiliki kompetensi dasar di dalamnya ada aspek lingkungan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta agar kalangan perbankan dalam menyalurkan pembiayaan juga memperhatikan prinsip lingkungan hidup. Pembiayaan yang dilakukan oleh bank memperhatikan juga prinsip lingkungan. perbankan selektif memberikan kredit pinjaman ke korporasi perusak lingkungan

WhatsApp Image 2016-09-02 at 10.52.23 AMSony Taurus, Manajer Advokasi WALHI Bengkulu menyampaikan bahwa WALHI siap support data dan informasi mengenai perusahaan perusak lingkungan di Provinsi Bengkulu. Proyek pembangunan pltu hanya mengutamakan kepentingan korporasi dari pada melindungi hak dan keselamatan. Menghirup udara yang bersih dan segar adalah hak yang mendasar dan terpenting bagi manusia. Adalah kewajiban pemerintah untuk memenuhi hak mendasar ini bagi rakyatnya.











© 2024 Jaringan Advokasi Tambang





Siaran Pers

WALHI dan Genesis Bengkulu Sampaikan Penolakan PLTU Batubara ke Otoritas Jasa Keuangan


Share


Oleh JATAM

02 September 2016



5bfb6b2b-690b-4993-ab76-53506a66a9f3(Bengkulu, 01 September 2016). Penolakan terhadap rencana pembangunan PLTU Batubara di Pulau Baai Bengkulu terus bergulir. Kamis 01 September 2016 WALHI Bengkulu bersama Lembaga Anggota, Yayasan Genesis Bengkulu mendatangi OJK Provinsi Bengkulu. Kedatangan ini bertujuan untuk menyampaikan penolakan terhadap pembangunan PLTU batubara di Kota Bengkulu.

PLTU yang akan dibangun berkapasitas 2×100 MW yang dibangun oleh PT Tenaga Listrik Bengkulu PLTU berlokasi di Pulau Baai Bengkulu di lahan seluas 30 Ha. Proyek PLTU ini merupakan salah satu dari sekian banyak PLTU yang akan dibangun untuk penambahan unit atau kapasitas proyek pembangunan pembangkit listrik 35.000 MW.

Penolakan terhadap pembangunan PLTU karena dampak negatif dari PLTU tersebut. PLTU batubara mengeluarkan polusi yang membunuh, meracuni udara, menyebabkan gangguan kesehatan, dan kerugian yang luas untuk pertanian, perikanan, lingkungan dan perekonomian masyarakat. PLTU batubara mematikan karena mengandung zat berbahaya bagi kesehatan manusia. Dampak lain yaitu menurunnya produktifitas masyarakat nelayan karena PLTU di bangun di daerah pesisir yang menjadi lahan mata pencaharian nelayan.

PT Tenaga Listrik Bengkulu diberi waktu untuk mencari sumber pendanaan selama 12 bulan. Nilai investasi pembangunan PLTU beserta jaringan transmisinya berjumlah Rp2,8 triliun dengan modal sendiri Rp10 miliar, pinjaman luar negeri Rp1,36 triliun dan pinjaman dalam negeri Rp1,43 triliun.

OJK, memiliki posisi strategis dalam rangka mencegah terjadinya kerusakan lingkungan oleh korporasi. Industry jasa keuangan berkontribusi memuluskan terjadinya kerusakan lingkungan. Roadmap Keuangan Berkelanjutan OJK, perusahaan yang akan mengajukan kredit pembiyaan harus memiliki kompetensi dasar di dalamnya ada aspek lingkungan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta agar kalangan perbankan dalam menyalurkan pembiayaan juga memperhatikan prinsip lingkungan hidup. Pembiayaan yang dilakukan oleh bank memperhatikan juga prinsip lingkungan. perbankan selektif memberikan kredit pinjaman ke korporasi perusak lingkungan

WhatsApp Image 2016-09-02 at 10.52.23 AMSony Taurus, Manajer Advokasi WALHI Bengkulu menyampaikan bahwa WALHI siap support data dan informasi mengenai perusahaan perusak lingkungan di Provinsi Bengkulu. Proyek pembangunan pltu hanya mengutamakan kepentingan korporasi dari pada melindungi hak dan keselamatan. Menghirup udara yang bersih dan segar adalah hak yang mendasar dan terpenting bagi manusia. Adalah kewajiban pemerintah untuk memenuhi hak mendasar ini bagi rakyatnya.



Sekretariat: Graha Krama Yudha Lantai 4 Unit B No. 43, RT.2/RW.2, Duren Tiga, Kec. Pancoran, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12760

✉ jatam@jatam.org

☏ (021) 7997849


Tentang Kami

→ Profil Organisasi

→ Sejarah

→ Mandat

→ Keorganisasian

→ Etika

→ Pegiat


Kunjungi

→ Pemilu Memilukan

→ Save Small Islands

→ Potret Krisis Indonesia

→ Tambang gerogoti Indonesia


Konstituen

→ JATAM Kaltim

→ JATAM Sulteng

→ JATAM Kaltara






© 2024 Jaringan Advokasi Tambang